Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Analisa Krisis Barcelona, Ada 3 Penyebab Kemunduran Messi Cs

Analisa Krisis Barcelona, Ada 3 Penyebab Kemunduran Messi Cs

Analisa Krisis Barcelona, Ada 3 Penyebab Kemunduran Messi Cs

Kumpulan Bandar Judi Online Terbaik – Jakarta – Barcelona kembali memetik hasil saat dikalahkan Valencia 1-2 di kandang sendiri, Stadion Camp Nou, Senin dinihari tadi. Ini adalah tiga kekalahan beruntun Barcelona di Liga Spanyol setelah sebelumnya ditekuk Real Madrid dan Rayo Valecano. Plus hasil imbang saat melawan Villareal, Barcelona tak pernah menang dalam empat laga terakhir di Liga Spanyol.

Ada kejanggalan saat kita melihat performa Barcelona dalam empat laga itu. Mereka bermainn bukan seperti Barcelona yang sempat mencatatkan rekor 39 pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi musim ini.

Aliran bola dari kaki ke kaki yang biasa diperagakan Barcelona memang masih terlihat, tetapi dalam empat pertandingan itu terlihat tanpa kecepatan dan cenderung mudah dibaca lawan.

Secara kasat mata kita bisa lihat dari empat kekalahan itu juga dibarengi dengan mandulnya trio Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar. Satu gol dalam tiga laga dari trio MSN tentu bukan sesuatu yang mengesankan. Aksi individu dan umpan satu dua diantara ketiga pemain ini tak berjalan dengan baik dan penyelesaian akhir prima mereka juga terkikis.

Kenapa ini bisa terjadi? Pertanyaan ini pasti menghinggapi benak seluruh fans La Blaugrana dan juga para pengamat sepak bola. Setidaknya, saya bisa menyimpulkan empat faktor yang saling berhubungan untuk menjawab pertanyaan itu.

1. Jadwal Padat dan Pemain Kelelahan

Jika diperhatikan secara urutan waktu, tiga rentetan kekalahan Barcelona di Liga Spanyol terjadi pasca jeda pertandingan internasional akhir Maret lalu. Saat itu, sejumlah pertandingan persahabatan digelar menyambut Piala Eropa 2016 digelar. Di belahan bumi lainnya, Amerika Selatan, pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 bahkan sudah digelar.

Dari semua pertandingan itu, mungkin hanya Barcelona yang hampir selalu menyumbang pemainnya. Di Spanyol, Sergi Roberto, Gerard Pique, Jordi Alba hingga Marc Bartra masuk skuad Vicente del Bosque saat menghadapi Italia dan Romania.

Pique turun dalam dua laga itu. Gelandang Ivan Rakitic pun masuk dalam tim nasional Kroasia untuk laga persahabatan.

Trio MSN bisa dibilang sebagai pemain Barcelona yang paling kelelahan. Ketiganya terpaksa harus terbang belasan jam ke negara masing-masing untuk bermain bersama tim nasional mereka.

Tercatat mereka ikut dalam dua laga Kualifikasi Piala Dunai 2018 dan membuat mereka bermain 7 pertandingan dalam 3 pekan. Selain ketiga pemain itu, Daniel Alves serta Javier Mascherano juga bermain untuk Brasil dan Argentina.

Apakah pemain tim lain tak menjalani laga internasional? Pertanyaan itu pasti terbesit di benak kita. Mari kita lihat komposisi para kompetitor Barcelona. Pertama Real Madrid. Dari 11 pemain inti Madrid, tak banyak yang ikut dalam laga internasional.

Baca Juga : Sergio Aguero Tempel Ketat Kane dan Vardy

Bek Marcelo, meskipun ikut dalam tim nasional Brasil tak diturunkan dengan alasan cedera. Begitu pun Sergio Ramos yang hanya bermain dalam 1 laga persahabatan karena cedera tetapi beberapa hari kemudian berlatih bersama tim Real Madrid.

Penyerang Karim Benzema tercoret dari tim nasional Prancis karena masalah pemerasan. Gareth Bale juga tak bermain dalam dua laga uji coba Wales.

Hanya Ronaldo, Toni Kroos, Luca Modric serta Varane yang bermain penuh untuk negaranya. Namun mereka tetap tak harus terbang belasan jam seperti lima pemain Barcelona.

Demikian Halnya dengan Atletico Madrid. Tak banyak pemain mereka yang berasal dari Amerika Selatan. Pemain yang berasal dari Eropa pun tak banyak yang masuk tim nasional. Hanya Antoine Griezmann, Koke, dan Juanfran yang bermain dalam laga ujicoba.

Menurunya permainan para pemain asal Amerika Latin itu tak terlihat hanya di Barcelona. Alexis Sanchez yang bermain di Arsenal misalnya. Sempat mengalami sindrom penurunan performa juga setelah kembali dari jeda pertandingan internasional.

2. Kegagalan Transfer Januari

Banyaknya para pemain asal Amerika Selatan di tubuh Barcelona saat ini sebenarnya sudah mereka sadari. Januari lalu Barcelona sempat mengincar sejumlah penyerang untuk melapis trio latin mereka.

Penyerang Celta Vigo, Nolito hingga Jamie Vardy sempat disebut akan terbang ke Camp Nou pada Januari lalu. Namun sayang kabar itu tak ada satu pun yang terealisasikan. Masalah gemuknya beban gaji pemain yang ditanggung Barcelona saat ini membuat mereka kesulitan mencari pemain baru.

Dua pemain baru Barcelona, Arda Turan dan Aleix Vidal, juga belum terlalu nyetel dengan gaya permainan Messi cs. Sementara asupan dari akademi La Masia masih belum matang.

Salah satu faktor sukses Barcelona musim lalu adalah karena masuknya Luis Suarez pada Januari. Barcelona juga diuntungkan oleh sangsi FIFA yang melarang Suarez bermain untuk tim nasional Uruguay setelah insiden dengan bek Italia, Giorgio Chiellini di Piala Dunia 2014. Suarez tampil sangat segar musim lalu karena hanya berkonsentrasi di klub.

3. Tak Ada Rotasi Pemain

Entah sadar atau tidak, Luis Enrique, melakukan satu kesalahan dengan tidak mengistirahatkan para pemain intinya yang kelelahan. Dia sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengistirahatkan Messi, Suarez, Neymar, Pique, Mascherano dan Dani Alves pada laga melawan Rayo Valecano.

Namun pada laga itu, Enrique hanya mengistirahatkan Suarez, Andres Iniesta dan Ivan Rakitic. Dia seharusnya bisa menurunkan Adriano, Marc Bartra, Thomas Vermaelen, Munir El Hadadi, Sergi Roberto dan Sandro Ramirez. Jeda selama sepekan sangat penting bagi para pemain untuk memulihkan energi mereka yang terkuras.

Mungkin Enrique menilai laga melawan Valecano merupakan momentum tepat untuk bangkit setelah kekalahan dari Real Madrid pekan sebelumnya sehingga dia hanya mengubah sedikit susunan pemainnya. Atau mungkin dia tak percaya para pemain pelapisnya memiliki kualitas yang sama baik dengan para pemain inti.

Dengan lima laga tersisa di Liga Spanyol, Enrique harus bisa segera menyelesaikan masalah menurunnya performa Barcelona. Jika kembali terjungkal, Barcelona terancam terjungkal dari posisi puncak klasemen yang mereka duduki selama 23 pekan terakhir. Bukan tak mungkin dia pun akan terjungkal dari posisi pelatih Barcelona musim depan.