Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Barito Putera Mania Desak Pelatih Mundari Karya Mundur

Barito Putera Mania Desak Pelatih Mundari Karya Mundur

Barito Putera Mania Desak Pelatih Mundari Karya Mundur

Kumpulan Bandar Judi Online Terbaik – Jakarta – Ribuan suporter Barito Putera yang menamakan diri Barito Mania mendesak pelatih Barito Putera, Mundari Karya, untuk mundur dari jabatannya menyusul kekalahan tipis 1-0 dari tim Mitra Kukar, dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship 2016, Sabtu malam 3 September 2016.

Sorak “Mundari Karya Dibuang Saja” terus bergemuruh di dalam Stadion 17 Mei Banjarmasin menjelang laga babak kedua berakhir. Usai laga yang dimenangi oleh tim asal Kutai Kartanegara itu, ribuan suporter Barito Mania yang tak puas atas penampilan Rizky Rizaldi Pora berkumpul di depan stadion. Mereka meneriakkan yel-yel menuntut Mundari Karya dipecat.

Suporter bahkan menggedor-gedor kaca ruangan konferensi pers ketika melihat Mundari Karya tatap muka dengan wartawan. Polisi pun lekas membikin pagar betis untuk mengamankan pemain dan ofisial kedua tim saat menuju bus. “Mundari mundur, Mundari mundur, Mundari mundur!” teriak suporter Barito Mania.

Strategi Mundari Karya mendatangkan tiga pemain anyar, yakni Lim Jun Sik, Thierry Gathuessi, dan Ambrizal, belum terbukti manjur di atas lapangan. Mengawali debut melawan Mitra Kukar, ketiga pemain tampil kurang maksimal, meskipun sempat merepotkan pada sepuluh menit babak pertama. “Saya minta maaf kepada suporter yang selalu mendukung Barito,” ujar Mundari.

Barito Putera tampil menekan sejak menit awal babak pertama. Dalam tempo sepuluh menit babak pertama, tim Laskar Antasari itu berhasil menciptakan empat peluang emas. Sayangnya, kerja sama apik antara Rizky Rizaldi Pora, Luis Carlos Junior, Dedy Hartono, dan Ibrahim Conteh, masih gagal mengkonversi peluang menjadi gol.

Menginjak menit ke-15, serangan balik taktis pemain Mitra Kukar justru mengoyak gawang Barito Putera yang dijaga Adhitya Harlan. Memanfaatkan kerja sama dari luar kotak penalti, pertahanan Barito, sepakan keras Anindito Wahyu menjebol sisi kiri jala Adhitya Harlan.

Kecolongan satu gol, Barito Putera semakin intens menekan lini pertahanan Mitra Kukar. Di tengah jual beli serangan, pertandingan sempat terhenti ketika menginjak menit ke-27 setelah listrik padam. Satu jam lebih menunggu, pasokan setrum kembali mengalir ke stadion 17 Mei Banjarmasin. Delapan belas menit sisa pertandingan, Barito Putera gagal mengejar defisit gol hingga peluit akhir babak pertama berbunyi.

Memasuki babak kedua, Barito Putera terus tampil menyerang. Rizky Pora dan kawan-kawan agaknya berhasrat menyamakan kedudukan. Memanfaatkan umpan tarik dari sayap kiri pada menit ke-57, tendangan Luis Carlos Junior masih membentur mistar atas gawang Mitra Kukar yang dijaga Gerri Martin.

Tak puas atas performa lini depan, pelatih Barito Putera, Mundari Karya menggantikan Dedy Hartono dan Muhamad Roby dengan Yongki Aribowo dan Arie Sandy. Masuknya Yongki sedikit memberi sentuhan variasi serangan ke jantung pertahanan Mitra Kukar. Di menit ke-65, heading Yongki masih melambung tipis di atas mistar gawang Mitra Kukar.

Lima belas menit sebelum babak kedua berakhir, Mitra Kukar mulai mengimbangi permainan Barito Putera. Pemain Barito agaknya mulai kedodoran setelah berkali-kali gagal menjebol gawang Gerri Martin. Kerja sama yang digalang oleh pemain depan Mitra Kukar, Marlon Da Silva, Anindito Wahyu, dan Hendra Adi Bayauw, kerap merepotkan lini belakang Barito. Namun, jual beli serangan menjelang babak kedua berakhir, tidak mengubah papan skor. Skor tetap bertahan 1-0 untuk kemenangan Mitra Kukar atas tuan rumah Barito Putera.

Baca Juga : Neymar dan Gabriel Jesus Gemilang, Brasil Bungkam Ekuador

Mundari Karya berdalih gol tunggal Mitra Kukar meruntuhkan mental bertanding anak asuhnya di tengah gencar menggalang serangan. “Saat enak menyerang, kami kecolongan, ini yang membuat pemain panic. Yang merusak permainan saat kami lagi bagus,” kata Mundari.

Pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra, bersyukur atas kemenangan perdana di laga tandang ini. Ia mengakui Barito Putera sempat mengurung pertahanan Mitra Kukar ketika awal babak pertama. Ia mengakui Barito salah satu tim solid. Berkaca pada putaran pertama lalu, kata Jafri, timnya cuma bermain seri 1-1 atas Barito Putera di Kutai Kartanegara. “Tapi (pada pertandingan mala mini) kami berhasil menekan Barito,” ujarnya.