Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Leicester Keliru! Soal Hindari Degradasi, Ranieri Ahlinya

Leicester Keliru! Soal Hindari Degradasi, Ranieri Ahlinya

leicester-keliru-soal-hindari-degradasi-ranieri-ahlinya-oPe

Agen bola online _ LEICESTER – Selesai sudah kebersamaan Leicester City bersama pelatih legendaris mereka, Claudio Ranieri. Pada Kamis (23/2/2017) waktu setempat, The Foxes resmi memecat pria yang sudah berjasa menyumbang trofi Liga Primer musim lalu.

Ranieri dipecat sebagai pelatih Leicester dengan alasan klub sedang diambang degradasi. Tampil melempem hingga pertengahan paruh kedua musim, jawara Liga Primer kini berada di peringkat ke-17 atau batas aman terakhir dari zona degradasi.
Baca juga : Dipecat Sepihak, Ranieri Jadi Korban Pengkhianatan Leicester City
Banyak yang menyayangkan keputusan yang diambil Leicester soal nasib Ranieri. Maklum, pelatih asal Italia jadi sosok berjasa bagi klub sebab sudah membawa tim menorehkan sejarah dengan berhasil jadi juara liga musim lalu.

Meski kenyataannya saat ini Leicester sedang berada dalam ancaman, Ranieri sejatinya punya pengalaman menghadapi tekanan serupa. Seperti dikutip dari Mirror, Jumat (24/2/2017), pelatih berusia 65 tahun pernah menyelamatkan Parma dari ancaman turun kasta.

Pada musim 2007, Ranieri datang ke Parma dengan misi menyelamatkan Il Gialoblu dari ancaman degradasi ke Serie B. Ketika itu, Parma sedang berada di peringkat ke-19 Serie A dengan poin 15 hingga pekan ke-23 saat dibawah asuhan Stefano Pioli.

Meski debutnya menukangi Parma berakhir dengan kekalahan 0-1 dan cuma meraih empat poin di enam laga pertama, catatan Ranieri jauh lebih baik ketimbang Pioli. Dalam 10 laga perdana, Ranieri menorehkan poin 17 ketimbang Pioli yang cuma 15 poin dari 23 pertandingan.

Kebangkitan Parma datang saat berhasil mengalahkan Siena 1-0. Sempat kembali menelan kekalahan 0-2 dari sang juara di akhir musim, Inter Milan, pelatih berjuluk The Tinker Man menyapu bersih lima laga selanjutnya dengan tak terkalahkan (tiga menang dua imbang). Di akhir musim, Parma terhindar dari zona degradasi setelah finis di peringkat 12 dengan poin 42.

Jelas, Leicester sudah tergesa-gesa langsung memecat Ranieri. Terlebih Jamie Vardy dkk masih punya peluang lolos ke perempat final Liga Champions setelah cuma takluk 1-2 atas Sevilla tengah pekan lalu.

Tapi keputusan menyedihkan sudah diambil. Pecinta sepak bola pun tinggal berharap Leicester bisa bertahan di Liga Inggris dan Sang Pemikir segera mendapat pelabuhan berikutnya.